This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 08 November 2021

MENYAJIKAN ANALISIS SKOR PENILAIAN PEMBELAJARAN IPS

 Menyajikan Analisis Skor Penilaian Pembelajaran IPS


Dendy nurkhosim

12209193052

Tadris IPS-5A

Universitas Sayyid Ali Rahmatullah


    Penilaian adalah merupakan sebuah proses penilaian terdap tingkat keberhasilan sebuah program pembelajaran serta juga bisa dijadikan acuan dalam pembenahan program pembelajaran agar lebih baik. Penilaian juga bisa dijadikan bahan laporan terhadap orang tua wali agar mengatahui bahawa siswa tersebut meningkat atau menurun dalam proses pembelajaran. Ada berbagai macam penilaian yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran seperti tes pilihan ganda, esay, uraian dll. Sebuah penilaian perlu dilakukan dalam penyelengaraan tes atau evaluasi pembelajaran sebab hasil jawaban dari tes atau pun sebuah evaluasi pembelajaran tidak akan memiliki sebuah arti tanpa adanya peneliaan, dengan kata lain tes tersebut tidak memiliki bobot yang semestinya. Ketika melakukan sebuah penilaian kita juga perlu memperhatikan aturan-aturan yang ada sebab jika melakukan penilaian tanda mempunyai arah maka akan di khawatirkan tujuan dalam pembelajaran tidak akan tercapai.

Skor

skor adalah hasil dari memberikan angka yang diproleh dari menjumlahkan angka-angka dari setiap butir yang telah dijawab oleh siswa atau orang yang sedang menjalani tes. misalkan seorang siswa memiliki skor 50 dalam sebuah tes esai. siswa mampu menjawab semua pertanyaan esai dengan benar semua dimana memilki 5 soal. namun skor ini belum bisa dikatakan sebagai nilai atau bisa disebut sebagai skor mentah (raw score) sebab untuk bisa dinamakan skor masih memerlukan pengelolaan.


Bobot

Bobot butir tes merupakan besarnya angka yang telah ditetapkan untuk satu soal ujian yang di ujikan oleh penguji. dalam penentuan bobot soal ditetapkan adanya perbandingan dengan soal lainnya dalam suatu perangkat uji tes. 

Senin, 25 Oktober 2021

Pengelolaan Skor Penilaian Pembelajaran IPS

 Pengelolaan Skor Penilaian Pembelajaran IPS


Nama : Dendy Nurkhosim

NIM   : 12209193052

Kelas  : Tadris Ilmu Pengathuan Sosial 5-A


    Penilaian merupakan sebuah proses dalam pengumpulan dan pengelolaan data atau informasi untuk mengetahui ataupun menetukan hasil belajar peserta didik. Menurut Ralph Tyler (1950) penilaian merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah dicapai. Adapun fungsi penilaian memiliki tujuh poin yakni: 1. sebagai alat untuk mengetahui apakah sudah tercapai tujuan instruksional ataukah belum. 2. sebagai umpan balik dalam perbaikan proses pembelajaran. 3. sebagai dasar dalam laporan kemjuan pendidikan untuk orang tua siswa. 4. sebagai seleksi terhadap siswa, sebagai contoh untuk memilih siswa ketika penerimaan sekolah, untuk mengetahui apakah siswa bisa naik kelas atau tidak dll. 5. sebagai diagnosis terhadap siswa yang berkaitan tentang kelebihan dan kelemahan sehingga dapatt diketahui untuk mengatasi kelemahan tersebut. 6. untuk mengatahui seorang siswa ditempatkan dikelompok mana. 7. Sebagai acuan sejauh mana program pembelajaran telah berhasil diterapkan.

      Penilaian aspek kognitif adalah kegiatan mental yang bermula dari tingkatan pengetahuan hingga evaluasi. Tujuan dari penilaian ini berfokus pada kemampuan berfikir yang berkaitan dengan kemapuan intelektual yang sederhana. Penilaian  aspek sikap yaitu kecenderungan umpan balik dalam merespon sesuatu baik rasa suka, tidak suka, dan setuju. Penilaian aspek keterampilan adalah penilaian yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuannya untuk melakukan tugas tertentu dalam berbagai konteks sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi (KD yang berasal dari KI-4).

Senin, 11 Oktober 2021

Komponen Penilaian Pilihan Ganda Dalam Pembelajaran IPS

 Komponen Penilaian Pilihan Ganda Dalam Pembelajaran IPS

Nama: Dendy Nurkhosim

Kelas: TIPS 5-A

Absen: 25

Soal pilihan ganda merupakan bentuk tes objektif dimana setiap item memiliki lebih dari dua kemungkinan jawaban dan hanya satu Pilihannya benar atau paling benar, (Noer Muhajir). Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang objektif dengan ciri-ciri utama sebagai berikut: Hapus kunci jawaban untuk menilai hasil secara objektif. Dari Soal pilihan ganda terdiri dari pernyataan dan pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa Atau dengan memilih salah satu dari beberapa alternatif yang tersedia, Salah satunya adalah yang paling benar, yang lain hanya pilihan jawabannya Ini disebut jammer. Soal pilihan ganda dapat dinilai dengan mudah, cepat dan objektif Tingkat tinggi, mengukur berbagai tingkat kognitif, dapat mencakup ruang Kisaran bahan yang diuji sangat luas.

Kaidah yang butuh diperhatikan dalam penyusunan soal opsi ganda dari aspek bahasa merupakan selaku berikut:

 

1. Tiap soal wajib memakai bahasa yang cocok dengan kaidah Bahasa Indonesia

2. Soal wajib diformulasikan dalam Bahasa Indonesia yang baik serta benar.

3. Tiap soal wajib memakai bahasa yang komunikatif.

4. Maksudnya, soal memakai bahasa yang gampang dimengerti oleh partisipan didik.

5. Tidak memakai bahasa yang berlaku setempat, paling utama bila soal akan digunakan buat wilayah lain ataupun nasional. Maksudnya, pemakaian kosakata yang berlaku setempat wajib dihindari dalam penyusunan soal. Perihal ini ditujukan buat mengestimasi kebimbangan partisipan didik dalam mengidentifikasi iktikad soal.

6. Opsi jawaban tidak mengulang kata ataupun frasa yang bukan ialah satu penafsiran, kata ataupun frasa yang sama yang bukan satu penafsiran diletakkan pada pokok soal. Opsi jawaban yang disajikan pada soal opsi ganda tidak boleh mengulang- ulang kata ataupun frasa. Kata ataupun frasa yang termaksud di sini merupakan kata ataupun frasa yang bukan satu penafsiran.

Senin, 04 Oktober 2021

Alat Evaluasi Tes Pilihan dalam Pembelajaran IPS

 Alat Evaluasi Tes Pilihan dalam Pembelajaran IPS


Nama : Dendy Nurkhosim

Kelas : Tadris Ilmu Pengettahuan Sosial 5-A

NIM  : 12209193052


    Alat Evaluasi tes dalam pembelajaran bisa disebut pula dengan jenis-jenis  instrumen dalam pembelajaran. Hal ini dibagi mennjadi dua yaitu tes objektif dan tes non-objektif. Tes objektif merupakan sebuah tes tulis yang mengharuskan seorang siswa untuk menjawab soal yang sudah ditentukan mauoun memberikan jawaban secara singkat serta evaluasi dilakukan secara seragam atau obejektif yang terdiri dari empar macam yakni : pilihhan gannda, bbentuk pilihan benarr salah, menjodohkan, serta isian singkat. 

a. Pilihan ganda

    Tes pilihan ganda sebuah tes yang berisi soal serta beberapa jawaban yang hanya ada satu yang benar dari jawaban tersebut. Bentuk res ini cocok digunakan dalam ujian yang berskala besar.

b. Pilihan Benar-Salah

    Bentuk dari pilihan benar dan salah merupakan sebuah soal yang terdiri jawaban yang hanya ada  kemungkinan benar dan salah. fungsi dari bentuk soal ini berguna untuk melihat kemampuan peserta didik untuk membedakan antara pendapat dan fakta.

c. Menjodohkan

    Bentuk tes ini terdiri dari dua kolom dimana yang satu kolom terdiri dari pertanyaan dan kolom yang satunya terdiri dari jawaban. Siswa ditugaskan untuk menempatkan pertanyaan dan jawaban sehingga tercapai sebuah kecocokan. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat siswa dalam mengidentifikasi berdasakan hubungan yyang sederhana.

d. Isian Singkat

    Tes ini dapat dilihat dengan adanya sebuah pertanyaan yang disediakan tempat kosong dibwahnya yang bertujuan sebagai tempat menjawab  siswa.


Tes Non-objektif yaitu tes yang pertanyannya membutuhkan jawaban peserta didik untuk menguraikan, mengorganisasikan dan menyatakan jawaban dengan kata-katanya sendiri dalam bentuk, teknik, dan gaya yang berbeda satu dengan yang lainnya, tes ini juga biasa disebut sebagai tes uraian. Tes ini terdiri dari dua bentuk yakni uraian terbatas dan uraian bebas.

a. Uraian Terbatas

    Siswa diberikan kebebasan dalam menjawab sebuah pertanyaan akan tetapi jawaban tersebut dibatasi sehingga menjadi jawaban yang terarah. ex: 1. sebutkan tiga stratifikasi sosial yang kamu ketahui.

b. Uraian Bebas

    Siswa bebas menjawab sebuah pertanyan dengan sistematika mereka sendiri. Bebas dalam mengungkapkan pendapatnya sesuai dengan kemampuan siswa itu sendiri. Akan tetapi seorang guru harus memiliki sebuah acuan ketika mengkoreksi jawaban dari para siswa. 


Rabu, 29 September 2021

Alat Evaluasi Tes Esay Dalam Pembelajaran IPS

 Alat Evaluasi Tes Esay Dalam Pembelajaran IPS

 

Nama: Dendy Nurkhosim

Kelas: Tadris Ilmu Pengetauan Sosial

NIM: 12209193052

 

    Tes Esay Merupakan salah satu teknik evaluasi dalam proses pembelajaran yag tengah berlangsung. Tes uraian, yang dalam literatur disebut juga essay examination, merupakan alat penilaian hasil belajar yang paling tua. Secara umum tes uraian ini adalah pertanyaan yang menuntut siswa menjawabnya dalam bentuk menguraikan, menjelaskan, mendiskusikan, membandingkan, memberikan alasan, dan  bentuk lain yang sejenis sesuai dengfan tuntuta pertanyaan dengan menggunakan kata-kata dan bahasa sendiri. Dengan demikian, dalam tes ini dituntut kemampuan nsiswa dalam hal mengekspresikan gagasannya melalui bahasa tulisan. Dalam hal inilah kekuatan atau kelebihan tes esai dari alat penilaian lainnya. Sungguh pun demikian, sejak tahun 1960-an bentuk tes ini banyak ditinggalkan orang karena munculnya bentuk objektif. Bahkan sampai saat ini tes objektif sangat populer dan digunakan oleh hampir semua guru mulai di tingkat SD sampai perguruan tinggi. Ada semacam kecenderungan dio kalangan pasa pendidik dan guru untuk kembali menggunakan tes uraian sebagai alat penilaian hasil belajar, terutama di perguruan tinggi, disebabkan oleh beberapa hal, antara lain ialah (a) adanya gejala menurunnya hasil belajar atau kualitas pebdidikan di perguruan tinggi yang salah satu diantaranya berkenaan dengan pengunaan tes objektif, (b) lemahnya para mahasiswa dalam bahasa tulisan sebagai akibat penggunakan tes objektif yang berlebihan, (c) kurangnya daya analisis para mahasiswa kafrena telah terbiasa dengan tes objektif yang memungkinkan mereka main tebalk jawaban manakala menghadapai kesulitan dalam menjawabnya. Kondisi seperti ini sangat menunjang penggunaan tes uraian di perguruan tinggi akhir-akhir ini dengan harapan dapat meningkatkan kembali kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Harus diakui bahwa tes uraian dlam hal meningkartkan kemampuan menalar di kalangan mahasiswa dapat mengungkapkan aspek kognitif tingkat tinggi seperti analisis-sintesis-evaluasi, baik secara lisan maupun tulisan. Siswa juga dibiasakan dengan nkemampuan memecahkan masalah (probl;em solving), mencoba merumuskan hipotesis, menyusun dan mengekspresikan gagasannya, dan menarik kesimpulan dari pemecahan masalah.

Bentuk tes uraian dibedakan menjadi (a) uraian bebas (free essay) (b) uraian tes terbatas dan uraian berstruktur. Dalam uraian bebas jawaban siswa tidak dibatasi, bergantung pada pandangan siswa itu tersendiri. Hal ini disebabkan oleh isi pertanyaan uraian bebas sifatnya umum. Comtoh pertanayaan bentuk nuraian bebas adalah sebagai berikut:

·         Coba saudara jelaskan sebab terjadinya pertumbuhan penduduk yang cepat?

·         Apa yang saudara ketahui tentang NNKBS?

·         Mengapa pertumbuhan penduduknberpengaruh terhadap kualitas hidup manusia?

Bentuk kedua dari tes uraian adalah uraian terbatas. Dalam bentuk ini pertanyaan telah diarahkan kepada hal-hal tertentu atau ada pembatasan tertentu. Pembatasan bisa dari segi: (a) ruang lingkupnya, (b) sudut pandang menjawabnya, (c) indikator-indikatornya.

            Perhatikan contoh pertanyaan uraian terbatas berikut ini.

    • Coba saudara jelaskan tiga faktor penyebab pertumbuhan penduduk!
    • Apa makna NKKBS ditinjau dari aspek jumlah anak dalam suatu keluarga?
    • Bagaimana hubungan perrumbuhan npenduduk dengan kualitas manusia dalam hal ekonomi, pendidikan, dan kesehatan?


 

Selasa, 28 September 2021

Teknik Evaluasi Pembelajaran IPS

 Teknik Evaluasi Pembelajaran IPS


Nama: Dendy Nurkhosim

Kelas: Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial

NIM : 12209193052


    Evaluasi merupakan sebuah identifikasi maupun sebuah proses yang dilakukan untuk mengetahui apakah sebuah pendidikan memiliki kualitas yang baik atau tidak. Sedangkan teknik evaluasi adalah cara yang digunakan oleh seorangg pengajar dalam mengevaluasi proses pembelajaran. Menurut KBBI teknik evaluasi diartikan sebagai sebuah model atau sistem yang mengerjakan sesuatu hal. Sedangkan menurut Sukardjo (2009:28-34) mengattakan teknik evaluasi hasil belajar adalah cara melaksanakan evaluasi, sedangkan instrumen evaluasi hasil belajar adalah alat yang dipakai untuk memungut atau merekam data hasil belajar. Secara umum teknik evaluasi bisa digolongkan menjadi dua yakni teknik evaluasi tes dan teknik evaluasi non tes.

    Teknik evaluasi tes ialah kumpulan pertanyaan yang harus dijawab, ditanggapi, maupun dikerjakan oleh orang yang sedang dites untuk mengatahui tingkat pemehaman dari sebuah permasalahan yang ada. Teknik tes ini terdiri dari tiga macam yakni: 1. Tes tertulis, merupakan ujian maupuun ulangan yang dilaksanakan oleh siswa secara serempak dan harus dijawab secara tertelis dengan waktu yang telah ditentukan. 2. Tes lisan, merupakan tes yang menggunakan ucapan dalam menjawab soal yang dilontarkan oleh seorang penguji dalam hal ini biasanya adalah seorang guru itu sendiri. 3. Tes tindakan atau perbuatan, merupakan tes yang mengharuskan seorang siswa menjawab pertanyaan dengan memperagakan sebuah tindakan yang mengarah ke sebuah jawaban.

    Teknis non tes ialah kegiatan penliaian tanpa melakukan sebuah pengujian, pengujian ini biasa digunakan untuk menilai perilaku seorang siswa. teknik pengujian ini terdiri menjadi 3 macam yakni: 1. Observasi (pengamatan), digunakan untuk menilai objeknya secara langsung melalui pengamatan misalnya bagaimana tingkah laku siswa saat jam istirahat. 2. Interview (wawancara), merupakan alat evaluasi dengan melakukan percakapan kepada siswa untuk mengetahui kondisi dan situasi dari siswa tersebut. 3. Angket (kuesioner), angket ini sama halnya dengan wawancara namun hanya medianya yang berbeda yakni secara tertulis.


Senin, 20 September 2021

 Jenis-jenis Evaluasi Pembelajarann IPS


Nama : Dendy Nurkhosim

Kelas: Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial 5-A

NIM : 12209193052


    Evaluasi pembelajaran merupakan upaya untuk menggali informasi mengenai kemajuan pembelajaran yang sudah tergapai terhadapa peserta didik maupun pendidik agar ada perbaikan yang dilakukan, hal ini agar pembelajaran semakin baik dan bermutu. adapun jenis-jenis evaluasi meliputi: Evaluasi Diacnostic, Evaluasi Penempatan, Evaluasi Formmatif, Evaluasi Sumatif, Evaluasi Selektif.

  • Evaluasi diagnostic mengacu kepada kesulitan maupun hambatan yang tenngah dialami oleh sorang siswa. Dengan memahami hal tersebut nantinya diharapkan bisa diketahui pemecahan masalah yang dialami.
  • Evaluasi penempatan, mengacu tterhadap penempatan posisi yang sesuai dengan bakat dan kemampuan dari siswa. Hal ini dikaji dengan memperhatikan kondisi belajar siswa dan menempatkannya dengan lingkungan yang sesuai.
  • Evaluasi Formatif mengacu terhadap perbaikan proses belajar, evaluasi ini setelah menyelesaikan sebuah kompetensi dasar nantinya akan dilakukan analisa dan diperbaiki proses pembelajaran yang lebih baik..
  • Evaluasi Sumatif mengacu terhadap hasil belajar yang telah dilakukan selama satu semester. 
  • Evaluasi Selektif mengacu kepada pemilihan siswa yang memiliki kompetensi, biasanya dilakukan dalam penerimaan siswa baru maupun penyeleksian siswa untuk kebutuhan lomba mauoun event.
Namun dalam pandangan kurikulum jenis-jenis evaluasi terbagi menjadi empat bagian yakni: Evaluasi Refleksi, Evaluasi Rencana, Evaluasi Proses, dan Evaluasi Hasil.

  • Evaluasi Refleksi mengacu terhadap ide yang dikembangkan untuk dijadikan dasar kurikulum.
  • Evaluasi Rencana mengacu pada format-format tertentu, keterbacaan, hubungan antar komponen dl yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi.
  • Evaluasi Proses mengacu terhadap kurikulum sebagai kegiatan dan juga faktor-faktor yang mempengaruhi kurikulum tersebut. seperti kepala sekolah, guru dll.
  • Evaluasi Hasil mengacu terhadap hasil belajar yang mencakup pengatahuan, ketrampilan dan sikap
    Adapun pelaksanaan evaluasi pembelajaran memiliki tujuan yang ingin dicapai yakni: 1. Mengatahui proses belajar peserta didik agar sesuai dengan rencana program pendidikan yang telah dirancang sebelumnya, 2. Mengecek pencapaian kemempuan siswa dalam proses pembelajaran, 3. Mencari dan menemukan kekurangan mauupun kelemahan siswa ketika proses pembelajaran, 4. Menyimpulkan tingkatan penguasaan siswa terhadap kompetensi yang nantinya bisa digunakan untuk laporan tingkat kemajuan siswa.